Home » » Fase Fase Dalam Belajar

Fase Fase Dalam Belajar

Fase-fase dalam belajar - Karena belajar merupakan aktivitas yang berproses dan kompleks, maka didalamnya terjadi perubahan-perubahan yang bertahap. Perubahan-perubahan tersebut timbul melalui fase-fase atau tahap-tahap yang secara berurutan. Menurut Gagne (dalam Baharudin, 2007: 17-18) dalam proses pembelajaran siswa menempuh 8 tahap, yaitu:

a.    Tahap motivasi
Tahap motivasi, yaitu saat motivasi dan keinginan siswa untuk melakukan kegiatan belajar bangkit.
b.    Tahap konsentrasi
Tahap ini siswa harus memusatkan perhatian, yang telah ada pada tahap motivasi, untuk tertuju pada hal-hal yang relevan dengan apa yang dipelajari.
c.    Tahap mengolah
Pada tahap ini, siswa menahan informasi yang diterima dari guru dalam short term Memory, atau tempat penyimpanan ingatan jangka pendek. Kemudian mengolah informasi–informasi untuk diberi makna (meaning) berupa sandi-sandi sesuai dengan penangkapan masing-masing. Hasil olahan itu bergantung dari pengetahuan dan pengalaman sebelumnya atau kejelasan penangkapan siswa.
d.    Tahap menyimpan
Siswa menyimpan simbol-simbol hasil olahan yang telah diberi makna ke dalam long term memory (LTM) atau gudang ingatan jangka panjang. Pada tahap ini hasil belajar sudah diperoleh, baik baru sebagian maupun keseluruhan.
e.    Tahap menggali (1)
Pada tahap menggali (1), siswa menggali informasi yang telah disimpan dalam LTM ke STM untuk dikaitkan dengan informasi baru yang diterima. Ini terjadi pada pembelajaran waktu berikutnya yang merupakan kelanjutan pembelajaran sebelumnya. Penggalian ini diperlukan agar apa yang telah dikuasai menjadi satu kesatuan dengan yang akan diterima, sehingga bukan menjadi terpisah satu sama lain. Setelah penggalian informasi dan dikaitkan dengan informasi baru, maka terjadi lagi pengolahan informasi untuk diberi makna seperti halnya dalam tahap mengolah untuk selanjutnya disimpan dalam LTM lagi.
f.    Tahap menggali (2)
Pada tahap ini siswa menggali informasi yang telah disimpan dalam LTM untuk persiapan fase prestasi, baik langsung maupun melalui STM. Tahap ini diperlukan untuk kepentingan kerja, menyelesaikan tugas, menjawab soal.
g.    Tahap prestasi
Pada tahap ini, informasi yang telah tergali pada tahap sebelumnya digunakan untuk menunjukan prestasi yang merupakan hasil belajar. Hasil belajar itu, misalnya, berupa keterampilan mengerjakan sesuatu, kemampuan menjawab soal, atau menyelesaikan tugas.
h.    Tahap umpan balik
Siswa memperoleh penguatan (konfirmasi) saat perasaan puas atas prestasi yang ditunjukan. Hal ini terjadi jika prestasinya tepat. Tetapi sebaliknya, jika prestasinya jelek, perasaan tidak puas itu bisa saja diperoleh dari guru atau diri sendiri.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan artikel diatas dengan baik dan sopan!